Senin, 17 Mei 2010

Asal - Muasal Marga Suku Batak




Suku bangsa Batak adalah salah satu suku bangsa yang ada di Sumatera Utara, yang terdiri dari beberapa sub suku bangsa yaitu ;
- Batak Toba bermukim diwilyah Toba, Silindung dan Humbang.
- Batak Angkola bermukim di Tapanuli Selatan, Sipirok dan Angkola.
- Batak Mandailing bermukim di Mandailing Natal.
- Batak Simalungun,bermukim didaerah Simalungun, Karo dan Deli Serdang.
- Batak Karo, bermukim didaerah Karo dan Deli Serdang.
- Batak Pakpak, bermukim didaerah Pakpak dan Dairi.
Dalam dasawarsa terakhir ini terbentuk pula sub suku Bangsa Batak Pesisir yang tersebar dipesisir pantai timur Sumatera yaitu Asahan, Labuhan Batu dan Rantau Prapat, juga Pantai Barat Sumatera yaitu Sibolga dan Barus.
Suku bangsa Batak memiliki mobilitas yang cukup tinggi sehingga hampir terdapat di seluruh wilayah Indonesia.Menurut kepercayaan orang Batak asal usul orang Batak dan marga-marga yang ada didalam suku bangsa Batak diyakini berasal dari Si Raja Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 orang putra yakni Guru Tatae Bulan dan Raja Si Isumbaon.
Guru Tatae Bulan mempunyai 5 orang putra yakni ;
- Raja Uti (Raja Biakbiak),
- Seribu Raja,
- Limbong Mulana,
- Sagala Raja, dan
- Malau Raja.

Sedangkan Si Raja Isumbaon memiliki 3 orang putra yakni;
- Tuan Sorimangaraja,
- Si Raja Asiasi dan
- Sangkar Somalidang. Dari keturunan (pomparan) mereka inilah menjadi asal-usul marga suluruh sub-sub suku bangsa Batak.

KEKERABATAN
Suku bangsa Batak menganut sistem kekerabatan Patrilinial ( garis keturunan dari Orang tua laki-laki) sehingga setiap orang suku bangsa Batak mewariskan marga dari Bapaknya. Setiap orang Batak harus mengetahui Tarombo (silsilah) dari marganya dan ini merupakan hal yang terpenting, apabila tidak mengetahui silsilahnya akan disebut Batak Nalilu (Batak kesasar).
Masyarakat Batak memeiliki falsafah yang mengatur sism kemasyarakat (kekerabatan) yakni Tungku nan Tiga yang dalam bahsa Batak Toba disebut dengan Dalian Na Tolu (bahasa Karo : telu sedalenan) yang terdiri dari; Hula-hula/Kalimbubu/Mora,Dongan Tubu/Senina/Kahanggi atau disebut juga dengan Dongan Sabutuha, Boru/Anak Beru/Anak Boru. Huala-hula/Kalimbubu/Mora adalah pihak keluarga istri.
Hula-hula menduduki posisi terhormat dalam pergaulan maupun dalam adat istiadat (semua sub suku bangsa Batak).
Semua orang Batak dipesankan untuk hormat kepada hula-hula (somba marhula-hula). Dongan Tubuh/Senina/Kahanggi atau Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki atau satu marga atau lahir dari satu perut yang sama, Dongan tubu diibaratkan sebagai air yang tidak bisa dipisahkan atau ibarat pohon yang saling berdekatan, sehingga saling menompang walaupun sangking dekatnya sering menimbulkan gesekan.
Namun gesekan tersebut tidak bisa memisahkan.
Dalam budaya Batak dianjurkan harus bijaksana kepada dongan tubuh dengan istilah manat mardongan tubuh.
Boru/Anak Beru/Anak Boru adalah pihak keluarga yang mengambil istri dari marga lain. Anak boru menduduki posisi paling rendah sebagai palayan atau parhobas baik dalam pergaulan maupun dalam adat-istiadat. Namun mereka tidak bisa diperlakukan semena-mena, melainkan harus diambil hatinya, dibujuk (elek marboru)

Asal - Muasal Marga Suku Batak-2


MARGA SUKU BANGSA BATAK

Seperti dijelaskan diatas (part 1) suku bangsa Batak memeliki kepercayaan asal usul yang sama dari Siraja Batak yang melahirkan marga-marga Suku Bangsa Batak.
Dalam kesempatan ini tidak dibahas silsilah marga tetapi hanya marga-marga yang terdapat pada subsuku bangsa Batak. Tetapi adalah marga-marga yang umumnya terdapat pada subsuku bangsa Batak secara umum.

1. Batak Toba
Suku bangsa Batak Toba berdasarkan abjad adalah sebagai berikut :
Aruan, Aritonang, Ambarita,Batubara,Butar-butar, Barimbing, Doloksaribu, Dabuke, Hutagalung, Hutahean,Hutajulu, Hutapea,Hutabarat, Hutasoit,Hutasuhut,Hasibuan,Hutagalung,Harianja, Hasugian,Manulang, Marpaung, Manurung, Manalu, Manihuruk, Manik, Nadapdap, Napitupulu,Nadeak,Nainggolan, Naibaho,Nasution, Nahampun,Pandiangan,Pane,Pangaribuan, Pasaribu, Panjaitan, Pardosi, Pardede,Parapat,Panggabean,Pakpahan,Rumapea, Samosir, Sagala, Sarumpaet, Siagian, Siallagan, Siahaan,Sianipar,Sianturi, Sibuea,Siburian,Sibutar-butar,Silitonga, Silaen, Simamora,Simangunsong,Simanjuntak,Simanungkalit,Simareme,Simarmata,Sinurat,Sinaga,Sirait, Sitorus,Sipahutar, Sihite,Sidabariba,Sitinjak,Simatupang,Simbolon,Sihotabg, Sitohang,Sihombing, Sitanggang,Silalahi, Sipayung,Siregar, Shaloho,Sidauruk, Tambunan, Tarihoran, Tampubolon, Tamba,Tobing, Tanjung.

2. Batak Simalungun
Marga-marga Batak Simalungun ada juga yang terdapat pada marga-marga disub suku bangsa Batak lainnya. Marga-marga suku bangsa Batak Simalungun :
Saragaih terdiri dari ;Munthe,Siadari, Sidabutar, Sidabalok, Simarmata,Simanuhuruk, Sijabat
Purba terdiri dari ; Manorsa, Simamora,Sigalung Batu, Parhorbo,Sitorus, Pantombohon
Damanik terdiri dari ;Malau, Limbong, Sagala,Gurning, Manikraja, Tambak.
Sinaga terdiri dari ; Sipayung, Sihaloho,Sinurat, Sitopu.

3. Batak Karo
Batak Karo memiliki lima kelompok marga yang disebut marga silima yaitu : Karo-karo, Ginting, Tarigan,Sembiring dan Peranginangin yang memiliki cabang-cabang marga :
Karokaro terdiri dari ;Sinulingga, Surbakti, Kacaribu, Barus,Sinukaban, Simbulan,Jubg, Purba, Ketaren, Gurusinga,Kaban,Sekali, Kemit, Sinuhaji,Sinuraya,Samura, Bukit, Sitepu.
Ginting terdiri dari ; Munthe,Suka, Babo, Sugihen,Gurupatih, Ajartambun,Beras, Geramata,Manik,Sinusinga,Jawak , Tumangger, Pase,Saragih, Jadibata, Capah.
Tarigan terdiri dari ; Tambak, Sibero, Silangit,Tua, Tegur, Girsang, Gerneng, Gana-gana, jampang,Tambun, Bondong, Pekan, Purba.
Sembiring terdiri dari ;Kembaren,Sinulllaki, Keloko,Sinupayung,Colia, Pandia,Gurukinayan, Brahmana, Meliala,pande Bayang, Tekang,Muham, Depari,Pelawi, Busuk,Sinukapur, Keling,Bunuh Aji.
Peranginangin terdiri dari ;Namohaji,Sukatendel, Mano,Sebayang, Pencawan,Sinurat, Perbesi, Ulunjandi,Penggarus, Pinem,Uwir, Laksa,Singarimbun, Keliat,Kasinambun, Bangun,Tanjung, Banjerang.

4.Batak AngkolaMarga Batak Angkola terdapat juga pada umumnya pada marga suku bangsa batak Toba.
Marga Batak Angkola antara lain ;Siregar, Harahap,Pohan, Hasibuan,Hutasuhut, Daulay,Rambe, Pane, Sagala, Ritonga

5.Batak Mandailing
Marga Batak Mandaling menurut Abdullah Lubis,Basryal Harahap dan M.Siahaan terdiri dari ; Lubis, Parinduri, Nasution,Batubara, Matondang, Pulungan, Daulay, Hasibuan,Rambe,Panggabean, Mardia, Batu na bolon, Tangga Abeng, Margara, Baumi, Siregar

6. Batak Pakpak
Marga Batak Pakpak antara lain ; Angkat, Bancin, Banurea, Beringin, Bintang, Berutu, Bako,Baluara,Bakkara, Gajah, Goci, Lingga,Kudadiri, Kasogihen, Kembang, Kombih, Manik,,Mataniari, Munthe, Mukkur,Melayu, Nahampun, Padang,Penarik, Pasaribu, Pardosi,Sihotang, Sambo,Sigalingging, Serean,Sitorus,

Dalam suku bangsa Batak perkawinan antar sesama marga atau rumpun marga yang sama sangat dilarang,tetapi pada suku bangsa Mandailing dan Angkola karena pengaruh agama Islam cukup kuat hal tersebut sudah tidak dipermasalahkan.
Pada suku Batak Karo perkawinan semarga hanya terjadi pada marga Sembiring (simantengken biak).

Sumber klick disini

Minggu, 16 Mei 2010

Tarombo / Silsilah

Satu-satunya data yang dapat dipergunakan untuk menghitung usia marga-marga yang terdapat di Mandailing ialah tarombo kerana ia mencatat setiap generasi sesuatu marga dari nenek moyang masing-masing. Dalam pada itu, jurai keturunan itu terkadang meragukan kerana beberapa tarombo daripada beberapa tarombo daripada marga tertentu sering berselisih jumlah generasi yang tercatat di dalamnya.Kalau diperhitungkan berdasarkan tarombo marga Nasution mempunyai 19 sundut atau keturunan, maka dapat ditaksirkan bahwa marga Nasution sudah bertempat di Mandailing selama kira-kira 475 tahun. Perkiraan ini didasarkan pada taksiran 25 tahun untuk satu generasi. Sejak bila marga Nasution mulai berkuasa di Mandailing Godang, tidak dapat dipastikan.
Sementara tarombo marga Lubis mengandungi 22 sundut. Ini menunjukkan bahwa keturunan Namora Pande Bosi telah bertempat tinggal di Mandailing selama kira-kira 550 tahun, yakni sejak abad ke 15 lagi, yakni kalau diperhitungkan 25 tahun satu generasi. Bagaimanapun sejak bila marga Lubis mula berkuasa di Mandailing Julu tidak diketahui dengan pasti.

Silsilah marga lubis



Selama berabad-abad lamanya dan sampai sekarang masyarakat Mandailing mempercayai bahawa Namora Pande Bosi adalah nenek moyang orang-orang Mandailing yang bermarga Lubis.Menurut legendanya, Namora Pande Bosi berasal dari Bugis di Sulawesi Selatan. Dalam pengembaraannya dia sampai ke satu tempat yang bernama Sigalangan di Tapanuli Selatan.
Kemudian dia menikahi puteri raja di tempat tersebut dan terkenal sebagai pandai besi yang mulia. Namora Pande Bosi dan isterinya yang bergelar Nan Tuan Layan Bolan mendapat dua orang anak lelaki yang diberi nama Sutan Borayun dan Sutan Bugis. (Dalam tarombo marga Lubis yang disusun oleh Raja Junjungan pada tahun 1897, ada juga tercatat bahawa nama isteri Namora Pande Bosi ialah Boru Dalimunte Naparila, artinya puteri Dalimnte yang pemalu).
Pada suatu ketika Namora Pande Bosi pergi meyumpit burung ke tengah hutan dan di sana dia bertemu dengan seorang puteri orang bunian dan menikahinya..
Menurut satu cerita, wanita itu adalah orang Lubu (orang asli). Dari pernikahan itu, Namora Pande Bosi mendapat dua orang anak lelaki kembar yang masing-masing diberi nama Si Langkitang dan Si Baitang. Ketika kedua anak tersebut masih dalam kandungan, Namora Pande Bosi meninggalkan isterinya dan kembali ke Hatongga.Menjelang dewasa Si Langkitang dan Si Baitang pergi mencari bapa mereka dan menemukannya di Hatongga. Lalu mereka tinggal bersama keluarga bapa mereka di tempat tersebut.
Tidak beberapa lama kemudian, terjadilah perselisihan antara anak-anak Namora Pande Bosi itu dengan anak-anaknya bersama puteri raja Sigalangan.
Maka Namora Pande Bosi menyuruh anaknya Si Langkitang dan Si Baitang meninggalkan Hatongga. Mereka disuruhnya pergi ke daerah Mandailing dan jika mereka menemukan tempat di mana terdapat dua sungai yang mengalir dari dua arah yang tepat bertentangan (dalambahasa Mandailing dinamakan muara patontang) di situlah mereka membuka tempat pemukiman baru.Setelah lama mengembara akhirnya Si Langkitang dan Si Baitang menemukan muara patontang, lantas mereka membuka pemukiman baru ditempat itu.Tidak lama setelah ditinggalkan anaknya Si Langkitang dan Si Baitang, Namora Pande Bosi meninggal dunia dan dimakamkan di Hatongga. Makam tersebutlah yang akan dipugar. Isterinya Nan Tuan Layan Bolon yang meninggal kemudian dimakamkan di satu tempat yang bernama Hombang Bide, kurang lebih 2km dari Hatongga. Makamnya masih ada di situ sampai sekarang.Semua keturunan Si Langkitang dan Si Baitang yang menyebar di seluruh tanah Mandailing dan di tempat-tempat lain dikenali sebagai orang-orang Mandailing yang bermarga Lubis.Pada tahun 1963, makam Namora Pande Bosi ditemukan di Hatongga, dengan petunjuk dari keturunan Raja Sigalangan. Makam tokoh legendaris yang sangat terkenal itu terletak di tengah persawahan penduduk setempat.Makam tersebut berada kurang lebih 2km jauhnya dari Jalan Raya Lintas Sumatra yang melalui desa Sigalangan, kurang lebih 14km jauhnya dari kota Padang Sidimpuan (ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan).
Atas usaha sejumlah orang Mandailing bermarga Lubis, kurang lebih 1.6km panjangnya jalan dari desa Sigalangan ke arah makam Namora Pande Bosi sudah dibangunkan sehingga dapat ditempuh dengan kenderaan bermotor (kereta). Tetapi jalan menuju ke makam tersebut, yang panjangnya kurang lebih 232 meter masih harus dibangun supaya dapat dilalui dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan kenderaan.Jika jalan yang panjangnya kurang lebih 232 meter tersebut sudah dibangun, maka para penziarah yang selalu banyak berdatangan mengunjungi Namora Pande Bosi, di antaranya dari Malaysia, akan mudah mendatangi makam yang dimuliakan itu. Menurut rencana jalan yang panjangnya 232 meter itu akan dibangun dengan lebar 3 meter.Sila lihat makalah Namora Pande Bosioleh Muhammad Said danProposal Pemugaran Dan Pembuatan Jalan Makam Namora Pande Bosi

Sabtu, 15 Mei 2010

Cara membuat tulisan terbalik


Mengupdate status, komentari status/foto, menulis pesan di wall teman sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari di facebook. Dengan hal-hal tersebut kita dapat saling berinteraksi dengan leluasa tanpa kenal jarak dan waktu. Tapi bagaimana jika komentar/pesan yang kita kirimkan berupatulisan terbalik?


Silahkan klick sherv.net yang menyediakan fasilitas membalik tulisan yang kita buat.
Hanya mengetikan tulisan pada halaman yang di sediakan oleh sherv.net kita dengan mudah mendapatkan hasil tulisan terbalik yang bisa digunakan pada facebook atau web lainnya.
Tertarik menggunakannya? silakan aja kunjungi sherv.net dan buat teman-teman di facebook pusing membaca pesan yang kita buat.

Minggu, 09 Mei 2010

Kode Smiley Facebook Untuk Chating


Sering chating dengan teman di facebook ?
Pasti ada yang terasa kurang dibandingkan bila kita chating menggunakan yahoo messenger yang mempunyai banyak smiley (emoticon).
Sebenarnya facebook juga mempunyai smiley yang cukup banyak hanya saja pengguna facebook banyak yang tidak tahu kode untuk menampilkan smiley tersebut. Mau tambah asyik ngobrol dengan teman di facebook silakan tambahkan kode-kode smiley facebook berikut :


= :)
= :(
= :P
= :D
= :O
= ;)
= 8)
= 8|
= >:(
= 3:)
= :'(
= :\
= (^^^)
= :putnam:
= :|]
:-*
= O:)
= O.o
= -_-
= ^_^
= :3
:v

Sabtu, 08 Mei 2010

Penemuan Kapal Nabi Nuh AS



Klaim mengejutkan dikeluarkan peneliti 'Noah's Ark Ministries International' dari China dan Turki. Mereka mengaku menemukan bahtera atau kapal Nabi Nuh yang digunakan untuk menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya dari bencana banjir bah yang diyakini menenggelamkan separuh dari daratan Bumi, 4.800 tahun silam.

Sisa-sisa bahtera Nuh Nuh ditemukan berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.Tak hanya mengajukan klaim, kelompok peneliti ini juga menampilkan foto dan membawa specimen dari kapal sebagai bukti penguat.

Mereka juga membuat rekaman dokumentasi di dalam benda mirip kapal, ukurannya besar, sebagian besar permukaannya tertutup salju -- yang diyakini bahtera Nuh yang legendaris. Video itu membawa kita masuk ke dalam bahtera Nuh. Seperti dilansir You Tube, para peneliti memukul-mukul papan-papan coklat, untuk membuktikan itu terbuat dari kayu.Untuk masuk ke lambung kapal, peneliti harus menggunakan tambang. Silakan lihat videonya klik disini atau klik disini




SHARE

Sungai di bawah laut


- Suatu fenomena alam yang ramai diperbincangkan oleh khayalak dunia yaitu penemuan sungai di bawah laut, Cenote Angelita, Meksiko. Saya sudah melihat foto-foto sungai di bawah laut tersebut, sungguh menakjubkan. Keren banget loh. Namun pemberitaan mengenai Sungai di Bawah laut yang terlalu Sungai di Bawah laut yang terlalu dibesar-besarkan nii menjadikan banyak perdebatan-perdebatan, hingga memasuki ranah kepercayaan (agama).Pada suatu forum saya membaca artikel yang menyebutkan bahwa berita sungai bawah laut ini sudah disebutkan dalam Al Qur'an. Berikut ayatnya :
Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (QS : Al Furqon 53)
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar Rahmaan : 19-20)


Juga ada yang mengatakan bahwa warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S.
Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran.Wallahualam Bizahwab....Berikut adalah beberapa foto sungai di bawah laut tersebut :








SHARE

Makin panas karena matahari bergeser


- Cuaca panas yang terasa mulai Maret hingga memuncak pada Mei ini di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh bergesernya posisi matahari dari selatan ke utara, kata pakar astronomi.
"Pola pemanasan berubah. Wilayah paling panas ada di sekitar khatulistiwa, di Indonesia. Angin cenderung berputar di sekitar wiliayah Indonesia. Tidak ada efek iayah Indonesia. Tidak ada efek pendinginan dari wilayah lain," kata pakar astronimi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.Dampak dari kondisi itu lah yang menyebabkan meningkatnya suhu udah di sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini. Indonesia belakangan ini.Menurut dia, saat pancaroba dari kemarau ke penghujan yakni pada September-Oktober pun akan menjadi bulan yang panas melebih saat kemarau, seperti juga saat pancaroba dari musim penghujan ke kemarau pada Maret-Mei.Selain itu, kondisi regional juga harus diperhatikan yang kadang memberi efek penguatan, ujarnya.
Saat awal April 2010 ada efek gabungan El Nino di Pasifik, Dipole Mode di Lautan Hindia, dan siklus periodik MJO (Madden-Julian Oscillation) aktif yang bersifat menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia, ujarnya."Efek gabungan itu cenderung mengurangi liputan awan di wilayah Indonesia. Akibatnya pada siang hari kita merasakan panas yang sangat terik," katanya. Selain itu, ujarnya, ada juga dampak perubahan iklim lokal seperti perubahan tataguna lahan dan aktivitas manusia yang berdampakpada pemanasan kota misalnya pepohonan banyak ditebang berubah menjadi bangunan dan pelataran berlapis semen. "Panas tersebut dipancar lagi ke atas sebagai gelombang panas inframerah. Sebagai fenomena sesaat, kita bisa merasakan perbedaanpanas di wilayah yang masih banyak pohonnya dan wilayah yang tanpa atau sedikit pohonnya," katanya. Ia menambahkan, bahwa pemanasan itu bukan hanya sesaat karena ada proses lanjutannya di mana panas itu tersimpan.
Sebenarnya pancaran gelombang panas itu bermanfaat menghangatkan bumi saat matahari sudah terbenam, tetapi karena bertambahnya gas karbondioksida (CO2) di udara karena bertambahnya gas karbondioksida (CO2) di udara perkotaan akibat kendaraan bermotor dan industri serta aktivitas manusia lainnya, maka lebih banyak panas yang ditahan."Karbondioksida memang bersifat menyerap inframerah yang berarti menahan panas. Akibatnya kota semakin panas," katanya.
Ia membantah berita yang dikirim secara berantai melalui pesan singkat mengenai matahari yang sedang pada titik terdekat dengan bumi sehingga meningkatkan suhu bumi sebesar empat derajat.




SHARE

Munculnya EMBRIO bintang yang melebihi matahari

Sebuah calon bintang raksasa dengan massa jauh lebih besar dibanding Matahari di tata surya ini sedang tumbuh dalam sebuah gelembung gas. Gambar embrio bintang tersebut terekam oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA). 
 Menurut laman stasiun televisi BBC, 6 Mei 2010, citra gelembung gas yang disebut RCW 120 itu dirilis beberapa hari menjelang peringatan satu tahun peluncuran teleskop Herschel ke orbit. ESA meluncurkan teleskop Herschel pada 14 Mei 2009.Detektor inframerah milik Herschel mampu melihat materi bersuhu rendah yang mampu melahirkan bintang.
Citra seperti RCW 120 akan membantu menjelaskan bagaimana proses sebuah bintang raksasa terbentuk.Calon bintang raksasa dalam citra teleskop tersebut tampak seperti sebuah gumpalan putih di tepi bawah gelembung. Embrio itu diperkirakan bisa tumbuh menjadi diperkirakan bisa tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dan yang paling cerah di galaksi dalam ratusan ribu tahun mendatang. 
Calon bintang raksasa tersebut sudah memiliki massa sekitar delapan hingga sepuluh kali lebih besar dibanding massa Matahari, dan dikelilingi begitu banyak material.Bila lebih banyak gas dan debu Bila lebih banyak gas dan debu berjatuhan di bintang tersebut, objek itu berpotensi menjadi salah satu objek raksasa dalam Galaksi Bima Sakti, dan akan berpengaruh bagi lingkungan sekitarnya."Ini merupakan bintang besar yang mengontrol evolusi kimia dan kedinamisan galaksi," terang ilmuwan Herschel, Dr. Annie ilmuwan Herschel, Dr. Annie Zavagno,dari Laboratoire d'Astrophysique de Marseille."Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang.
Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi," lanjut Zavagno.

Sumber : http://www.harian-global.com/





SHARE