Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2011

12 Kapal Perang TNI AL Ikut Terlibat Dalam Uji Coba Rudal


Kru Kapal Republik Indonesia (KRI)Surabaya-591 melakukan pengamatan jalur lintasan yang dilalui di ruang kendali di kawasan perairan Selat Sunda, Selasa (19/4).
JAKARTA - TNI AL menyiapkan ujicoba penembakan rudal Yakhontbuatan Rusia di Selat Sunda.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tri Prasodjodalam jumpa pers di KRI Surabaya-591 Surabaya, Selasa (19/4), mengatakan bahwa sebanyak 12 kapal perang mengikuti uji penembakan yang diadakan pada Rabu (20/4) ini.
”Ini uji penembakan pertama rudal Yakhont yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer. Rudal ini seharga 1,2 juta dollar AS per unit. Lokasi penembakan ke sasaran sekitar 200 kilometer,” kata Tri Prasodjo.
Sasaran tembak rudal Yakhont adalah KRI Teluk Bayur buatan Amerika Serikat yang sudah tidak digunakan lagi. KRI Teluk Bayur sudah dihapus dari perbendaharaan negara sehingga dapat digunakan sebagai sasaran tembak.
Rudal Yakhont merupakan senjata permukaan ke permukaan (surface to surface) yang memiliki daya hancur dahsyat.
Tri Prasodjo tidak menjelaskan berapa banyak rudal Yakhont yang dimiliki dalam persenjataan TNI AL.
Selain menembakkan Yakhont, TNI AL juga mengadakan uji tembak rudal Exocet buatan Prancis, rudal Mistral, dan penembakan torpedo dari kapal selam.
Lokasi penembakan berada di ujung selatan Selat Sunda. Lokasisasaran KRI Teluk Bayur berada di perairan Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Enggano diProvinsi Bengkulu.
Sejumlah teknisi Rusia, pakar ilmiah Indonesia, dan 1.000 personel TNI AL terlibat dalam ujicoba senjata itu. KRI Surabaya-591 Surabaya yang merupakan kapal komando (flag ship) Armada RI Kawasan Timur (Armatim) menjadi Posko Latihan.
Direncanakan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, para Kepala Staf TNI, pimpinan Komisi I DPR, dan para pejabat akan datang ke KRI Surabaya.
Sejumlah pesawat intai maritim dan helikopter dikerahkan dalamlatihan tersebut. KRI Surabaya berjenis landing platform dock (LPD) mampu didarati sejumlah helikopter dalam operasi militer.
Sumber : KOMPAS

TNI-AL Sukses Memodifikasi Rudal SAM Seacat

Sebuah Rudal anti pesawat (SAM) Seacat yang sudah dimodifikasi milik TNI AL, ditembakkan dari buritan KRI Oswald Siahaan-354 (KRI OWA-354), saat berlayar di SelatSunda, Selasa (19/4). Rudal seacat adalah jenis rudal anti pesawat jarak pendek buatan Inggris. Di Inggris pembuatan rudal ini dimaksudkan untuk mengganti meriam anti pesawat jarak pendek buatan Inggris. Di Inggris pembuatan rudal ini dimaksudkan untuk mengganti meriam anti pesawat Bofors 40mm, dan seacat menjadi rudal SAM pertama yangdioperasikan dikapal sebagai point-defence missile system. Rudal Seacat memiliki spesifikasi kecepatan tembak 228,60 m perdetik, panjang 154,8 Cm dan jarak tembak maksimum 5 Km tersebut, dalam rangka Operasi Jala Perkasa.

Jumat, 22 April 2011

TNI-AL Sukses di Ujicoba Enam Senjata Strategis TNI

Enam Senjata Strategis TNIAL Sukses di Uji coba

BENGKULU - TNI Angkatan Laut sukses melakukan uji coba enam senjata strategis di Samudera Hindia atau sebelah barat Selat Sunda, Rabu (20/4).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, mengatakan, uji coba beberapa senjata strategis itu merupakan upaya TNI menjaga kedaulatan dan tegaknya NKRI."TNI AL sebagai salah satu pertahanan negara dituntut berperan aktif dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara," katanya.
Enam senjata strategis tersebutdiantaranya : rudal Yakhont, Exocet MM-40, Torpedo SUT, Mistral, Seacat dan RBU 6000. Rudal Yakhont ditembakkan dari Fregat Van Speijk class KRI Oswald Siahaan-354 sukses ditembak menuju sasaran yang berjarak 250Km yakni eks kapal perang KRI Teluk Bayur-502. Rudal Yakhont yang ditembakkanmerupakan salah satu dari empat rudal yang dibawa KRI Oswald Siahaan-354.
Sedangkan, rudal Exocet MM-40 dan rudal penangkis serangan udara Mistral ditembakkan dari Korvet Sigma class KRI Hassanuddin-366 dan torpedo SUT ditembakkan dari kapal selam kelas 209 KRI Cakra-402. Untuk rudal anti pesawat Seacatditembakkan dari KRI Karel Satsuit Tubun-358 dan KRI Oswald Siahaan-354. Roket anti-sub-mortar RBU 6000 ditembakkan dari Korvet Parchimclass KRI Cut Nyak Dien-375.
"Kapal yang menjadi sasaran telah berhasil dihancurkan dan tenggelam," ungkap Kapuspen. Diungkapkan alasan dibelinya rudal Yakhont dari Rusia, karenaberdasarkan kajian rudal Yakhont ini memenuhi standar geografi di Indonesia. "Beberapa rudal sudah kita beli," katanya yang enggan menyebutkan jumlah rudal yang dibeli.
Suasana di Pusat Informasi Tempur, sesaat sebelum dan sesudah peluncuran rudal dan luapan kegembiraan awak kapal saat rudal Yakhont berhasil mengenai sasaran di Samudra Hindia.
Komandan Gugus Tugas Senjata Strategis TNI AL, Laksamana Pertama TNI Sulaeman Banjarnahor, mengatakan, dalamuji tembak tersebut rudal Yakhont hanya membutuhkan waktu sekitar enam menit mencapai sasaran.


Sulaeman mengatakan, TNI AL melibatkan sekitar 19 kapal perang dan empat unit helikopter untuk melakukan uji coba itu.
Menurut dia, rudal Yakhont sebenarnya sudah dimiliki sejak tahun 2007, namun TNI AL baru bisa melakukan uji coba kali ini karena untuk mengintegrasikan sistem kapal dengan rudal membutuhkan waktu yang lama.

YAKHONT DAN PERSAINGAN PASAR RUDAL INTERNASIONAL


Setelah Perang Dingin mereda danindustri persenjataan masuk dalam mekanisme hukum pasar, terjadi rivalitas baru dengan melibatkan pemain lama. Produsensenjata dari Eropa Barat, AmerikaSerikat, dan Rusia berlomba menawarkan produknya ke negara – negara yang membutuhkannya, tak terkecuali permintaan peluru kendali anti kapal yang telah menjadi senjata strategiis angkatan laut. Rusia berambisi meraih kembali kejayaan produk rudalnya di pasar internasional seperti pada era 1960 dan 1970-an dengan mengembangkan rudal supersonic Yakhont yang menggabungkan keunggulan rudal buatan Barat dan Rusia.
Saat peluru kendali mulai digunakan sebagai senjata kapal perang pada pertengahan dasawarsa 1960-an, rudal buatanUni Sovyet waktu itu langsung meroket namanya karena keberhasilannya di medan perang laut di Timur Tengah dan Asia Selatan. Pada tanggal 21 Oktober1967 rudal anti kapal SS-N-2A Styx yang diluncurkan oleh kapal tempur ringan Kelas Komar milik AL Mesir berhasil menenggelamkankapal perusak Eiliath milik AL Israeldi perairan pelabuhan Alexandria. Empat tahun kemudian tepatnya tanggal 5 Desember 1971, rudal ini sukses menjalankan misinya saat kapal tempur ringan kelas Osa AL India menenggelamkan sebuah kapal perusak Khaibar dankapal penyapu ranjau Muhafiz nilikAL Pakistan di perairan Karachi. Sejak saat itu rudal yang berkecepatan 660 knot (0,9 mach) membawa bahan peledak seberat 500 kg, dan menggunakan radar dan pencari panas (infra merah) sebagai sisten homing -nya ini laris dipesanoleh tidak kurang dari 40 negara termasuk Indonesia yang di era 1970-an mengoperasikan satu skwadron kapal tempur cepat klas Komar.
Meskipun hingga tahun 1990 Uni Sovyet/Rusia mengembangkan 15 jenis rudal anti kapal, namun pamornya meredup dibawah bayang – bayang popularitas Exocet yang dikembangkan Prancis dan Harpoon buatan Amerika Serikat. Exocet tampil sebagai primadona dalam Perang Malvinas 1981. Rudal ini mampu merusakkan sejumlah kapal AL Inggris dan menenggelamkan dua kapal diantaranya. US Navy juga pernah merasakan kehebatan rudal anti kapal ini ketika USS Stark yang sedang berpatroli di perairan Teluk Persia dalam Perang Irak – Iran menjadi korbansalah tembak rudal Exocet . Kehebatan Harpoon ditunjukkan Amerika Serikat dalam konflik dengan Libya dan menyerang sasaran – sasaran darat ke objek– objek yang dianggap penting di Irak.
Sampai saat ini Harpoon dan Exocet mendominasi 65% pasar rudal anti kapal dunia, rudal Rusiahanya mencakup 20 %, dan sisanya milik produsen Eropa Barat(Italia dan Swedia), Cina danIsrael. Dominasi rudal Amerika Serikat dan Prancis tersebut terutama disebabkan oleh kemampuan rudal itu sendiri dan fleksibilitas penempatan di semua platform ( ability of shipboard ). Baik Harpoon maupun Exocet memiliki olah gerak yang menyulitkan pertahanan anti kapal karena kedua rudal ini padajarak tertentu mampu terbang rendah (2-3 meter) di atas permukaan air (sea skiming). Manuver ini menyulitkan daya deteksi kapal – kapal atas air yang radarnya dipasang pada tiang utama kapal. Pengembanganteknologi lain dari kedua rudal ini adalah penerapan Electronic counter counter measure (ECCM) yang memungkinkan rudal menghindari upaya mengecoh atau mengalihkan perhatian yang dipancarkan dari kapal perang seperti penggunaan Chaff dan Decoy . Faktor kedua dari sukses kedua rudal ini adalah bentuknya yang relatif ringan, dengan panjang kurang dari 4 meter memungkinkan senjata ini bisa dipasang di berbagai jenis kapal perang, dari kapal tempur ringan seperti kapal perang kelas Sea Dragon AL Singapura hingga kapalpenjelajah besar seperti kelas Arleigh Burke AL Amerika Serikat. Lebih dari itu, varian dari kedua rudal ini bisa dibawa oleh pesawatudara sayap putar dan sayap tetap seperti helikopter Super Puma yang mampu membawa dua Exocet dan pesawat tempur F-18 Hornet yang mampu membawa sepasang Harpoon.
Rudal – rudal anti kapal yang dikembangkan Rusia memiliki keunggulan dari sisi kecepatan dan daya ledak. Rudal – rudal Barat rata – rata berkecepatan 0,85 mach/ kecepatan suara(Harpoon AGM-84) hingga 2,3 mach(Sidearm AGM-122A). Sedangkan rudal Rusia berkisar 0,9 mach(rudal Styx)-3,5 mach(rudal Kingfisher). Rudal Rusiarata – rata berukuran besar danlebar panjangnya antara 6-9 meter yang berisi perangkat roket pendorong besar sehingga mampu menerbangkan rudal sedemikian cepat. Faktor kecepatan ini menyulitkan reaksi pertahanan anti rudal kapal perang yang menjadi target rudal tersebut.
Sumber =Naval Force &Jane’s Fighting Ship 2003-04

Jumat, 15 Oktober 2010

Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia vs Malaysia


Hubungan negeri serumpun antara Indonesia dengan Malaysia kian memanas. Hal itu tersulut oleh ulah Malaysia yang menangkap 3 petugas DKP Kepri di Tanjung Berakit wilayah resmi Indonesia.Panglima TNIJenderal Djoko Santoso akhir pekan lalu di Jambi, menegaskan siap menjaga kedaulatan negara, integritas, dan keutuhan wilayah NKRI serta menjaga keselamatan bangsa.
Beberapa hari kemudian,PM MalaysiaDatuk Seri Najib Tun Razak mengaku tidak takut dan memperingatkan Indonesia agar aksi demonstrasi terhadap Malaysia akan menimbulkan kemarahan dan reaksi negatif dari rakyat Malaysia.Situasi kian memanas.
Di dunia maya beredar kesiapan perang Malaysia dengan Indonesia seperti misalnya yang ditampilkan di situs http://www.topix.com/forum/world/malaysia.Bahkan ajakan perang itu beredar di kalangan pengguna Blackberry Massenger di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang berbatasan laut dengan Malaysia. Nah, bagaimana sebenarnya kekuatan tempur termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta personel tentara kedua negara. Tribun news.com merujuk pada buku berjudul "Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal" karya pengamat militer Universitas Indonesia, Connie Rakahundi Bakrie.Buku ini diluncurkan istri Mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn) Djaja Suparman pada 2007 lalu di gedung DPR RI, memuat antara lain perbandingan alutsista TNI dengan negara dunia dan utamanya di Asia Tenggara.Perbandingan Persenjataan:
- Alutsista jenis tank, Indonesia hanya memiliki 350 unit kalah dari Singapura 450 unit meski luas wilayah Indonesia hampir 3.000 kali.
Di Asia Tenggara, jumlah tank yang dimiliki TNI AD hanya berada di posisi keempat setelah Vietnam 1.935 unit, Thailand 848 unit,Singapura 450 unit, dan Indonesia 350 unit. Untuk Malaysia tidak disebutkan jumlah kepemilikan tank- nya namun yang jelas di bawah Indonesia. Untuk kemampuan dukung tank terhadap personel AD-nya, Singapura masih teratas sedangkan Indonesia di posisi keenam.
- Untuk kekuataan artileri yang dimiliki TNI AD jauh lebih banyak dari Singapura dengan jumlah mencapai 1.060 unit artileri yang digolongkan menjadi dua kategori jenis T dan Mortir. Keunggulan artileri Singapura adalah karena terdiri dari berbagai ragam artileri. Di Asia Pasifik, dengan jumlah artileri sebanyak itu Indonesia hanya di posisi ke-13. Di negara Asia Tenggara, Indonesia di urutan ketiga setelah Vietnam (3.040 artileri) dan Thailand 2.473 artileri. Dengan demikian kemampuan dan jumlah artileri yang dimiliki Malaysia berada di bawah ketiga negara ini.
- Di Asia Tenggarahanya ada tiga negara yang memiliki kapal selam yaitu Indonesia (2 unit SSK), Singapura (3 unit SSK), dan Vietnam (2 unit SSI). Malaysia tidak disebutkan memiliki kapal selam. SSK adalah kapal yang dimiliki Indonesia dan Singapura yang dapat dikategorikan tactical submarine berjenis SSK (patrol submarine) dilengkapi anti submarine warfare (ASW). Sementara SSI adalah kapal selam tenaga diesel.
- Untuk kapal perang jenis PSC, di Asia Tenggara Indonesia teratas dengan jumlah PSC 29 unit disusul Thailand, Vietnam dengan 11 PSC, Malaysia 11 unit PSC, dan Singapura 6 unit PSC.Namun untuk kapal perang jenis jenis PCC, Malaysia berad di peringkat atas dengan 185 unit disusul Thailand 110 unit sementara Indonesia hanya 23 unit yang terdiri dari 11 buah bertipe kapal patroli biasa dilengkapi senjata kaliber 20 mm, 4 unit lainnya diklasifikasikan dalam kapal patroli cepat dilengkapi SSM, 4 unit kapal patroli dilengkapi torpedo anti-submarine, dan sisanya 4 unit kapal patroli biasa.
- Secara umum untuk total pesawat tempurTNI-AU berjumlah 247 unit, RSAF (Angkatan Udara) Singapura 153 unit. Meski lebih banyak namun 53 persen pesawat tempur TNI-AU itu dikategorikan fighter dibandingkan milik Singapura. Di Asia Tenggara, Indonesia terbanyak dimana posisi kedua Vietnam 204 unitpesawat fighter dan Thailand (posisi keempat) 87 unit pesawat. Malaysia tidak disebutkan namun yang jelas di bawah dari keempat negara yang disebutkan di atas. Jenis pesawat fighter TNI-AU terdiri atas F-5, F-16, Sukhoi, Su-30, dan 2 unit Su-27, F-5, dan berbagai jenis lainnya.
- helikopter yang dimiliki TNI-AU hanya 38 unit terdiri atas dua jenis Assault dan Transport Di Asia Tenggara, jumlah terbanyak helikopter dimiliki Singapura 110 unit, lalu AU Filipina 80 unit. Indonesia berada di peringkat ketujuh dari 10 negara Asia Tenggara. Malaysia tidak disebutkan
sumber : tribunnews.com

Senin, 30 Agustus 2010

Foto Rumah Nabi Muhamad SAW



Ini adalah foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah as, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun.

Di atas ini gambar sisa runtuhan rumah Nabi Saw & Sayyidah Khadijah as yang dilihat lebih dekat.

Gambar di atas ini adalah runtuhan pintu masuk ke kamar Rasul Saw di rumah Sayyidah Khadijah as

Di atas ini adalah Gambar runtuhan tempat Sayyidah Fatimah as, puteri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.

Gambar di atas adalah sisa runtuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah as.

Di atas ini adalah gambar runtuhan mihrab tempat Rasulullah saw bersolat.

Gambar di atas ini adalah makam Sayyidah Khadijah as (yang besar) dan puteranya, Qasim (yang kecil) di sudut.


sumber : blogspot.Com

Rabu, 18 Agustus 2010

5 Senjata Paling Mematikan.



Perang sudah menjadi bagian dari sejarah peradaban manusia, dalam sejarah umat manusia mulai dari jaman prasejarah sampai era modern sekarang ini tak bisa dilepasakan dari cerita kelam peperangan. dalam perang bisa dipastikan hanya menimbulkan kerugian daripada manfaat yang didapat.
banyak korban berjatuhan dalam sejarah kelam peperangan. dalam sejarah perang umat manusia terutama perang di era modern banyak melahirkan senjata-senjata yang sangat canggih dan sangat mematikan.
Berikut ini adalah senjata-senjata paling mematikan yang pernah diciptakan manusia.

1. Bom Napalm

Bom jenis ini sebenarnya sudah dipake oleh pihak sekutu pada tahun 1944 ketika digunakan untuk menekan pasukan Nazi Jerman yang sudah sangat terdesak. Bom ini berbeda dengan jenis bom-bom konvensional lainnya, dimana daya hancurnya sangat mengerikan, ibarat seperti disiram oleh lautan api yang sangat dahsyat. Bom ini juga digunakan di perang Vietnam untuk menghancurkan dan membakar pemukiman gerilyawan Vietcong yang bersembunyi di balik lebatnya hutan vietnam. Yang digunakan di vietnam sebenarnya berbeda dengan digunakan pada Perang Dunia II, dimana daya bakarnya jauh lebih lama (hingga 10 menit!) sehingga daya rusaknya jauh mengerikan. Dan suhu yang tercipta dari pembakarannya hingga mencapai 1.200 derajat celcius! Sungguh mengerikan…Tersusun dari unsur low-octane gasoline, benzene dan polystyrene, bom jenis ini jadi jauh lebih berbahaya manakala pembuatannyapun sangat mudah sehingga orang biasa saja bisa membuatnya.

2. Ranjau (Mine)

Sepintas alat jebak ledak ini hanyalah alat jebak yang hanya meledak dan menewaskan beberapa orang dalam sekali meledak. Namun jangan salah, ranjau adalah salah satu masalah yang paling ditakutkan, baik selama perang maupun sesudah perang. Kalau selama perang, bisa dimaklumi benda jenis ini tentu sangat berbahaya, tapi benda ini jauh lebih berbahaya ketika perang telah berakhir. Bisa dibayangkan benda-benda tersebut banyak tertanam dan (gawatnya) tidak pernah diketahui secara pasti dimana tepatnya benda-benda maut itu berada. Kamboja dan Vietnam adalah beberapa negara yang harus bekerja keras untuk membersihkan jutaan ranjau darat pasca perang yang mereka alami. Yang pasti, jutaan sipil telah menjadi korban, korban tewas maupun korban cacat akibat ranjau.

3. AK-47 Assault Rifle

Senjata buatan Uni Soviet rancangan Mikhail Kalashnikov adalah salah satu senapan serbu yang paling sukses yang pernah diciptakan di muka bumi ini. Betapa tidak, hampir di semua negara di muka bumi Angkatan Bersenjatanya menggunakan senapan hasil jiplakan dari senapan serbu Sturmgewehr 44 (StG44) milik Jerman pada masa PD II ini. Selain bandel dalam juga senjata ini gampang sekali pengoperasian dan mudah untuk dibuat sendiri. Maka tak ayal, senjata ini kebanyakan yang beredar bukannya yang asli buatan Rusia, tapi banyakan dibuat secara licensi maupun bajakan, dan jumlahnya diperkirakan menjacai ratusan juta pucuk !

4. Tsar Bomba

Mungkin Anda sudah tau bom yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki, yaitu Little Boy dan Fat Man, yang mampu meratakan kedua kota tersebut. Namun, ada satu lagi senjata maha maut yang daya ledaknya 10 kali lebih dahsyat dari kedua bom tersebut bila disatukan. Itulah Tsar Bomba, bom Hidrogen ciptaan Uni Soviet berkode RDS-220 Ivan.Bom gede ini diujicobakan pada tanggal 30 Oktober 1961 dari sebuah pesawat pembom Tu-95 di daerah Kepulauan Novaya Zemlya yang terpencil, dan daya ledak yang dihasilkan oleh bom bongsor ini adalah 50 Megaton. Saking dahsyatnya bom ini menghasilkan bola api yang berdiameter 8000 meter, membentuk awan cendawan berdiameter 64 km dengan gelombang kejut yang dihasilkan mencapai angka 5,6 skala richter Meskipun demikian, untunglah bom ini tidak pernah masuk dalam jajaran arsenal Uni Soviet karena terlalu besar dan dianggap sangat berbahaya bagi pesawat yang membawanya.

5. Kapal Selam Kelas Thypoon

kapal selam ini adalah yang paling ditakuti oleh AS dan sekutunya, yaitu kapal selam bermisil nuklir kelas Thypoon. Dianggap kapal selam paling besar yang pernah dibuat di dunia.

sumber : kaskus

Sabtu, 10 Juli 2010

5 Kendaraan Tempur Amerika Termahal di Dunia.


5. Kapal Perang Kelas Iowa

Dalam kurun waktu tahun 1939 hingga 1942 seidaknya telah 4 unit kapal perang kelas Iowa. Kapal perang jenis ini dibutuhkan oleh pemerintah Amerika pada tahun 1939 sebagai senjata pemukul pamungkas untuk mengendalikan kekuatan armada laut di kawasan Samudera Pasifik saat berlangsungnya Perang Dunia II.. Sejatinya pemerintah Amerika merencanakan membuat 6 kapal perang jenis ini, tapi karena mengingat . .

. . .besarnya biaya yang dibutuhkan pada waktu itu maka diputuskan hanya membuat 4 kapal saja. Kapal jenis Iowa memulai tugas untuk seluruh unit armadanya pada tanggal 22 Pebruari 1943 , dan kini kesemua unitnya telah memasuki masa pensiun padabulan Maret 2006.
Biaya pembuatan 1 kapal pada waktu itu (1943) adalah sekitar 1,8 Milyar USD (sekitar 17 Trilyun Rp). Biaya sebenarnya tentunya dirahasiakan, tetapi ini adalah kalkulasi dari beberapa pengamat ekonomi pada waktu itu yang telah memperhitungkan faktor inflasi dan depresiasi mata uang Dollar.
Dengan dibuatnya 4 kapal senilai 1,8 Milyar USD, berarti biaya totalnya adalah 7,2 USD. (sekitar 68 Trilyun Rp.).

4. Expeditionary Fighting Vehicle

Masih ingat momen debat antara 2 kadidat presiden Amerika John Mc Cain dan Barrack Obama saat kampanye presiden membincangkan anggaran departemen pertahanan? Ingatkah anda ketika John Mc Cain bicara tentang program pembuatan kendaraan amphibi yang menyedot anggaran begitu besar yang dikutip dari pembayar pajak? Mengapa hal ini menjadi sangat menarik perhatian? Tidak lain karena besarnya biaya yang dianggarkan untuk membuat 1 mesin tempur ini.
Proyek pembuatan kendaraan amphibi ini sejatinya sudah diawali sejak tahun 1970-an dan berlanjut hingga hari ini. Dengan body kendaraan dari almunium penuh, mampu mengarungi samudera dan superior saat bertarung di darat. Kendaraan ini dikendalikan 3 orang dan mampu membawa 17 personel. Total biaya yang sudah dikeluarkan hingga saat ini adalah 15,9 Milyar USD (sekitar 140 Trilyun Rp). Belum ada 1 pun amphibi ini yang telah jadi dan bertugas resmi di US Defence, hanya berupa prototip yang masih terus disempurnakan dan dikembangkan. Pihak US Defence masih belum puas dengan performa kendaraan ini karena hanya bisa beroperasi maksimal se lama 4,5 jam.

3. Kapal Selam Nuklir Kelas Ohio

Semua perangkat penggerak kapal selam ini berikut sistem mekanis penunjang kehidupan di dalamnya (pemisah air menjadi udara, pemurni air laut) didesain untuk mampu beroperasi hingga 100 tahun usia kapal selam. Apa artinya ? Misalkan kapal selam ini diisi penuh bahan makan, dan berlayar mengelilingi samudera, maka kapal selam ini baru
berhenti bila bahan makanannya habis, bukan karena bahan bakarnya habis.
Biaya pembuatan kapal selam ini adalah sekitar 2 Milyar USD (sekitar 19 Trilyun Rp.) per unitnya. Saat ini Amerika memiliki 18 unit kapal selam nuklir kelas Ohio. Jadi, total senilai 18 Milyar USD (sekitar 165 Trilyun Rp.)

2. Kapal Induk Kelas Nimitz

Hingga saat ini terdapat 10 unit kapal induk kelas Nimitz yang beroperasi. Dengan panjang sekitar 400 meter, dan diawaki 5700 personel, daya jelajah kapal induk ini sama dengan kapal selam kelas Ohio, mampu berlayar mengelilingi samudera tanpa henti. Biayapembuatan 1 kapal induk ini adalah sekitar 4,5 Milyar USD (sekitar 40 Trilyun Rp), sehingga bila ditotal harga seluruh armada kapal ini adalah 45 Milyar USD (sekitar 400 Trilyun Rp) Biayapembuatan 1 kapal induk ini adalah sekitar 4,5 Milyar USD (sekitar 40 Trilyun Rp), sehingga

1. Pembom Siluman B-2

Biaya pembuatan pesawat ini mulai dari ide, prototip hingga produksi 1 pesawat adalah 23 Milyar USD (sekitar 205 Trilyun Rp.). Tetapi, harga 1 pesawat ini adalah 1,3 Milyar USD (sekitar 10,5 Trilyun Rp.). Bila 21 unit pesawat yang siap beroperasi ke seluruh penjuru dunia manapun dikali 1,3 Milyar USD plusbiaya Riset senilai 23 USD, maka kesemuanya itu senilai 50,3 Milyar USD (sekitar 490 Trilyun Rp)

sumber :blogspot.Com